Agribisnis Susu Kambing sebagai Upaya Mereduksi Stunting di Desa Boyemare
Kata Kunci:
Stunting; Pemberdayaan Masyarakat;Kambing PE; Agribisnis, Koperasi; Partisipasi Masyarakat.Abstrak
Stunting masih menjadi permasalahan gizi di Indonesia, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang dipengaruhi oleh rendahnya konsumsi protein hewani. Desa Boyemare di Kabupaten Lombok Timur memiliki potensi besar dalam pengembangan kambing Peranakan Etawa (PE) sebagai sumber susu lokal, namun potensi tersebut belum termanfaatkan secara optimal akibat keterbatasan manajemen peternakan dan minimnya kelembagaan ekonomi.CENALIS melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan koperasi susu kambing PE berbasis pendekatan Community Empowerment dan kolaborasi pentahelix yang melibatkan unsur akademisi, pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan lembaga mitra. Kegiatan ini berlangsung selama 6 bulan, mencakup pelatihan teknis budidaya, pengolahan susu pasteurisasi, pembentukan kelembagaan koperasi, serta edukasi gizi bagi masyarakat. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam kapasitas teknis peternak dan produktivitas susu kambing, dari rata-rata 225 ml/ekor/hari menjadi 900–2000 ml/ekor, pada masa puncak produksi. Distribusi populasi kambing PE menunjukkan konsentrasi tertinggi di Boyemare Timur sebesar 46,33%, yang sejalan dengan tingkat partisipasi masyarakat tertinggi mencapai 44,30%. Program ini, mengindikasikan bahwa potensi sumber daya ternak dan keterlibatan sosial memiliki hubungan terhadap keberhasilan pemberdayaan. Melalui sinergi kelembagaan koperasi dan kemitraan dengan offtaker lokal, kegiatan ini berhasil membangun pola agribisnis susu kambing yang berkelanjutan dan berkontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan dan upaya reduksi stunting di Boyemare.


